Alasan Mengapa Remaja Berisiko Tinggi Dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Fenomena yang terjadi dengan tingginya angka kecelakan yang terjadi pada remaja bisa diterangkan dengan neurosains. Center for Disease Control and Prevention mengatakan, apabila kecenderungan yang terjadi pada remaja mengalami berisiko tinggi dalam kecelakaan dalam berlalu lintas yang ada dipenjuru dunia. Hal ini dikarenakan otak emosional yang belum terkontrol pada remaja adalah penyebab utamanya.

Otak yang dimiliki manusia terdiri atas empat lobus, yakni lobus lobus parietal, frontal, lobus temporal, serta lobus oksipital. Dan pada lobus frontal mempunyai fungsi untuk bisa memecahkan permasalahan, melakukan pertimbangan, memperlambat perilaku, melakukan rencana, mengontrol diri sendiri, dan jugamelakukan sesuatu dengan benar. Dan kegiatan menyetir bisa dilakukan atas kerja atas otak bagian ini.

Korteks prefrontal adalah daerah otak yang paling akhir dalam mencapai kematangan. Pada bagian ini memegang kontrol terhadap fungsi perencanaan, pengaturan, serta dalam mengambil keputusan. Perkembangan korteks prefrontal yang terjadi pada manusia berbeda-beda dan juga pada umumnya terjadi usia maksimal pada 25 tahun.

Dikarenakan hal inilah yang menjadi sebab bahwa remaja kurang mempunyai kemampuan yang baik untuk menilai konsekuensi atau pun dalam menyerap informasi, seperti yang terjadi pada orang dewasa tentunya.

Hipokampus yang letaknya pada otak bagian tengah ini adalah pusat pengaturan memori. Dan juga Amigdala yang juga letaknya di otak bagian tengah memiliki fungsi sebagai pusat dalam mengendalikan emosi. Dan sebagian besar tingkah laku para remaja dipengaruhi oleh amigdala yang menyebabkan mereka bisa berbuat secara irasional serta emosional.

Dalam kecelakaan mobil yang menjadi penyebab utama pada kematian remajauntuk usia 10 sampai 14 tahun, yakni mencapai 27 kematian per 100.000 orang dalam per tahunnya. Berdasar pada jumlah angka kematian tersebut ternyata dari 2/3 total kecelakaan yang dialami oleh remaja laki-laki. Demikian informasi yang diperoleh dari data Badan Kesehatan Dunia World Health Organization.

Dan enariknya, resiko kecelakaan ini makin meningkat apabila remaja menyetir dengan temannya. Dengan satu penumpang resiko yang terjadi sebesar 38 persen, menyetir dengan 2 orang penumpang sebanyak 223 persen, menyetir dengan 3 orang penumpang atau lebih sekitar 400 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *