Vitamin Untuk Mengatasi Radang

Radang termasuk salah satu reaksi yang terjadi pada tubuh ketika terpapar oleh zat berbahaya. Saat dibiarkan cukup lama, maka peradangan tersebut dapat berdampak terhadap timbulnya sejumlah penyakit yang sangat berbahaya, seperti kanker, jantung serta penyakit autoimun ( seperti rematik ). Tidak hanya obat, namun ada beberapa vitamin yang terbukti ampuh dalam mengatasi radang di dalam tubuh, diantaranya

• Vitamin E

Kandungan berupa antioksidan pada vitamin E yang cukup kuat dipercaya dapat membantu dalam mengurangi peradangan. Menurut beberapa penelitian yang dilansir dalam European Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa vitamin E mengandung sifat anti-radang sehingga bisa digunakan untuk melawan sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh peradangan. Kacang almond, alpukat, brokoli, bayam dan juga biji bunga matahari merupakan makanan yang kaya akan vitamin E.

• Vitamin D

Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam Food & Nutrition Research mengungkapkan bahwa dengan meningkatkan asupan berupa vitamin D maka bisa membantu mengatasi peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Tidak hanya itu, penelitian lain juga menyebutkan sinyal spesifik pada vitamin D mampu dalam menghambat peradangan. Untuk itu, penuhilah asupan vitamin D harian anda melalui suplemen ataupun makanan. Kuning telur, produk susu, ikan dan juga daging sapi merupakan sumber terbaik yang terkandung dalam vitamin D.

• Vitamin C

Sudah tidak menjadi rahasia lagi, vitamin C dikenal sangat mampu dalam menjaga sistem kekebalan dalam tubuh. Vitamin tersebut juga bisa melawan radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab munculnya peradangan dalam tubuh. Ini karena kandungan berupa antioksidan yang cukup tinggi di dalamnya.

Dalam memenuhi asupan vitamin C, anda dapat memperoleh manfaat maksimal vitamin C baik dari buah, sayuran ataupun suplemen. Sejumlah sayuran dan buah yang kaya akan vitamin C seperti brokoli, nanas, kembang kol, jeruk, stroberi, mangga dan juga paprika.

• Vitamin B

Vitamin B12, B9 serta B6 termasuk salah satu jenis vitamin yang dapat membantu dalam menurunkan kadar homosistein dalam tubuh. Homosistein sendiri merupakan protein yang dapat meningkatkan risiko atas penyakit rematik dan juga jantung.

Selain itu, dijumpai fakta bahwa untuk mereka yang jarang konsumsi vitamin B6 maka cenderung akan memiliki protein C-reaktif cukup tinggi dalam tubuh. Protein tersebut merupakan salah satu senyawa yang dapat memicu munculnya peradangan, terutama terhadap penyakit autoimun, seperti rematik. Ikan, daging merah, kacangan – kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, produk susu serta hati sapi dapat menjadi sumber vitamin B dalam membantu mengatasi peradangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *